Tapak Tangis Stasiun Kereta Api

Agustus 30, 2020

Koper kosong terasa sangat berat

Sepatu cantik tetiba berbalut kotoran

Jam tangan yang berharap tak akan lagi berdetik

Dan taksi yang selalu terlalu cepat

 

Tak sanggup merasakan peluk terlalu dalam

Karena malu untuk menangis

Ingat sentuhan bibirmu

Sekali lagi seluruh angkasa mulai runtuh

 

Tertahan dibalik mata

Memaksaku yang berjalan tanpa menoleh

Air matamu yang melambai

Sentuh daguku bilang kuat

 

Selalu

Di tempat duduk 3A

Untuk sekali lagi

Meruntuhkan angkasa lewat tangismu

 

Terik matahari siang hangat senja emas

Semua sama rasa dingin beku

Yang malam tidur bukan untuk beristirahat

Yang lain untuk lari dari gelisah

 

Stasiun ke stasiun

 

 ...

 

Aku, yang berharap tak pernah sampai

Daripada harus menanggung

 

 

You Might Also Like

0 comments