PULANG
Februari 18, 2020
Perjalanan pulang pun dimulai, namun dengan rute yang lebih
jauh.
Berjalan membelah jalan terasa lebih sukar dibanding dengan
menjejaki apa yang ada,, terasa jauh, hingga terputusnya keyakinan.
Hati yang tersesat bersuara, berteriak menggusur ketenangan,
hingga takut, hingga tak tau lagi harus kemana.
Sore itu, langkah terhenti,,melihat perasaan berceceran
dipersimpangan kearah pulang, Pikiran berserakan, pandangan mengawam,,, sedikit
demi sedikit, hati mulai rapuh, berjatuhan layaknya tidak ada sedikitpun
sandaran yang mampu menahan.
Sedangkan hatinya bertanya “apakah rumah masih dihadirkan
dalam diriku? Apakah tempat ku pulang masih pantas disebut rumah?”
Keraguan memaksa
memanggil jiwanya dari masa lalu, untuk memberi arti pulang yang nyata.
Lalu muncul ketenangan, lahir senyuman, sebuah rasa yang
dulu pernah dirasakan. Sebuah rasa yang melepas simpul keresahan.
Hingga menyingsingnya semua suara yang membungkam hati,
bahwa itu bukan lagi tempat untuk pulang.

0 comments