Ada ketidakmengertian yang dicipta untuk mendewasakan
Ada bisu yang bermakna untuk dihargai
Ada Ketinggian hati yang kini jadi memahami
Ada sendiri yang selamanya menjelma, menjadi Bersama
Walaupun pasti ada senyum yang terpaksa.
Mereka jawaban untuk setiap senyum dan tawa
Mereka jawaban untuk berharganya sebuah libur dalam 1 minggu
Mereka jawaban dari dinginnya tretes pada malam minggu
Mereka alasan untuk kita mengakui bahwa semester 3 adalah
yang terbaik
Mereka sebab jatuhnya air mata karna lelahnya batin
Mereka alasan untuk selalu ingin bertemu kembali
======================aBCD========================
Terbentuk karena kelebihan, Tumbuh karena kekurangan.
Bagaimana jika ada yang berkata, “kelebihanmu akan melebihi kekuranganku,
menjadi beban yang seimbang untuk dipikul Bersama”
Awalnya, mereka populasi kebodohan yang dikata pandai.
Awalnya, Mereka yang menebarkan senyum palsu hanya untuk sekedar bersalam
kenalan. Cukup canggung, ketika mereka harus menyembunyikan kebodohan untuk
berharap nantinya bisa selalu diandalkan.
Tapi ternyata semuanya salah, Senyuman bertahan hingga kini,
masih terasa sama dengan pertama kali kami berjabat tangan, Mereka yang
ternyata tidak pernah menyembunyikan kebodohan.mereka yang bisa berbicara untuk menyelesaikan masalah,
bukan hanya sekedar keluar dari masalah.
=======================SAMPAH=====================
Alur agak berantakan, tapi yauda GAS aja la ya.. segala typo
adalah hal yang disengaja
OK,,,,
Cukup asik ketika di awal harus menyusun Job Description
untuk anak-anak agar pekerjaan bisa dengan mudah diawasi, Hingga cukup
menyebalkan ketika dibutuhkan malah ngilang.
Dipertengahan jalan sifat mereka terbongkar. Ada yang
bacotnya gede badannya kecil, ada yang pendiem tapi banyak ngomong, ada yang
kalo ngomong bikin sakit 4 hari gak sembuh. Bersyukur bertemu manusia se asyik
mereka. Memang pada umumnya manusia bisa dianggap asyik lewat mulutnya.
Sebagian besar pekerjaan kami menyenangkan. Bisa dibilang70%
nya Bahagia 20% tertawa dan 10%bekerja. Permasalahan bisa diselesaikan dengan tenang
dan santuy. Mulai dari nabrak mobil orang ketika jam subuh, hingga tidak
memiliki dana untuk berangkat ke bandung. Tidak bisa dibilang bahwa dinamikanya
selalu baik. Paling berat ketika permasalahan proposal, dimana mereka lagi pada
puncaknya bambet dan ngilang.
Ketakutan sedari awal ketika mereka pada ga betah terus pada
ngilang. Eh lha kok beneran, pada LOSS NGILANG mbuh ning ndi. Bingung cari cara
biar bocah bocah pada betah di container. Rumangsane nggawe koe kabeh betah ki
gampang po pie? -_-
Memang menyebalkan ketika dihadapkan masalah sebegitu
bersarnya. Kalo dulu di SMA ada istilah Namanya single parent, dan itu yang
saya rasakan hahaa.. Ya bayangkan saja ketika saya yang merasa memiliki
tanggung jawab terbesar untuk memberangkatkan mereka, dan jika gagal berarti saya
sudah menghancurkan mimpi semua orang yang sudah berjuang didalamnya
Ketika datang tempat yang semenyenangkan itu, Sebenarnya
kita harus bersyukur atau kesal?
Bersyukur karena bisa dipertemukan dengan hal hal semacam
itu atau kita harus kesal karena tau pasti akan ada perpisahan yang kita
sendiri juga tau tidak semua orang bisa menerima dengan mudah ??? YO EMBOH SIHH..
Selamat, sudah membuat diri ini tidak menginginkan jogja untuk
sementara.














